Lompat ke isi utama

Berita

Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif, Bawaslu Wajo Ajak Masyarakat Jadi Pelopor Demokrasi Bersih

Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif, Bawaslu Wajo Ajak Masyarakat Jadi Pelopor Demokrasi Bersih

WAJO – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Wajo menggelar kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif yang berlangsung di Sekretariat Bawaslu Kabupaten Wajo.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, organisasi pemuda, akademisi, pers serta tokoh masyarakat.

Acara ini digelar secara resmi dan dihadiri oleh Dr. Malik selaku Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Drs. H. Andi udh. Rasyadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Wajo, Komisioner dan Kepala Sekretariat Bawaslu Wajo, serta seluruh peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P)

Dr. Malik memberikan penguatan dan arah strategis terkait pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawal jalannya pesta demokrasi yang bersih dan berintegritas.

“Para peserta P2P yang ada disini, diharapkan kerjasamanya agar menjadi pelopor ditengah masyarakat menjaga demokrasi kita melalui pengawasan partisipatif”, jelasnya

“Pengawasan partisipatif bukan sekadar formalitas, melainkan gerakan moral. Kami berharap para peserta yang hadir hari ini dapat menjadi perpanjangan tangan Bawaslu untuk mengedukasi keluarga dan masyarakat sekitarnya agar menolak segala bentuk pelanggaran pemilu," tegasnya.

Dalam sambutannya, Drs. H. Andi Muh. Rasyadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Wajo menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif Bawaslu Wajo dalam mengedukasi masyarakat. Ia menekankan bahwa suksesnya pemilu tidak hanya berada di pundak penyelenggara, tetapi juga pada kepedulian masyarakat.

"DPRD Wajo mendukung penuh langkah Bawaslu dalam membangun kesadaran kolektif ini. Pengawasan partisipatif merupakan bagian penting dalam upaya memperkuat kualitas demokrasi sekaligus mempersiapkan diri dalam menghadapi Pemilu ke depannya”, ujarnya

Dalam forum yang sama, Andi Hasnadi Ketua Bawaslu Kabupaten Wajo dalam sambutannya menegaskan bahwa keterbatasan personel Bawaslu menjadi alasan utama mengapa mata dan telinga masyarakat sangat dibutuhkan di lapangan.

"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif ini, kami ingin mencetak 'relawan-relawan demokrasi' yang aktif. Semoga dapat dimaknai sebagai tindakan nyata keterlibatan aktif masyarakat dalam kepedulian bersama dalam mengawal demokrasi untuk mewujudkan pemilu yg berintegritas dan bermartabat" tegas, Andi Hasnadi

Pelaksanaan Pendidikan Pengawas  Partisipatif (P2P) ini bersifat hybrid (daring dan luring) tanggal 1-8 Juni 2026. Pada tahapan pelaksanaan daring meliputi metode pembelajaran visual melalui emodul, audio visual, dan peserta membuat catatan kritis terhadap materi yang telah ditonton.
Output dari kegiatan ini adalah terbentuknya Komunitas Digital Pengawas Partisipatif yang yang berperan secara massif dalam melakukan sosialisasi terkait kerja-kerja Bawaslu dan edukasi terkait kepemiluan, sehingga Pemilu 2029 yang bermartabat dapat di wujudkan secara bersama-sama.